Text
mendayung di tegah gelombang zaman
Universitas Hasanuddin didirikan tahun 1956. Dalam perjalanannya yang panjang dan berliku, ia telah mampu mengukuhkan dirinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang terbesar dan bergengsi di belahan Indonesia bagian timur. Ribuan alumni yang berkualifikasi S1 serta ratusan yang bergelar master, doktor, dan guru besar yang telah dihasilkannya. Sebagian di antara mereka merupakan tokoh-tokoh besar, baik berskala regional, nasional, maupun internasional.
Sayangnya,
banyak di antara tokoh-tokoh tersebut yang tidak dikenal di dunia luar.
"Tak pernah saya bayangkan bahwa sebuah perguruan tinggi besar seperti
Universitas Hasanuddin ini belum memiliki
sejarah guru besarnya,
padahal itu sangat penting baik untuk masyarakat umum, peneliti, maupun untuk membangun kebanggan civitas akademinya," begitu kata Dr. Susanto Zuhdi, MA (Asisten Deputi Sejarah pada Kementrian dan Kebudayaan RI) sekali waktu ketika ia kesulitan mencari data guru besar Unhas.
Buku ini merupakan jawaban atas pertanyaan itu. Melalui pendekatan sejarah biografi sosial dan rekonstruksi pendekatan struktural hermeneutik, penulis menemukan dua tema besar, yakni, 1) bentuk perjuangan dari tokoh untuk keluar dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan sebagai wujud perlawanan terhadap penjajahan dan
penindasan, 2) perjuangan para kaum elit tradisional untuk memperoleh kedudukan baru sebagai elit intelektual. Kedua tema ini memunculkan warna-warni perjalanan kehidupan anak manusia yang menggambarkan pergulatannya dalam mendayung kehidupan di tengah gelombang zaman.
Tidak tersedia versi lain