Inventarisasi dan digitalisasi naskah kuno yang dilakukan pihak Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, memiliki makna penting bagi upaya penyelamatan naskah kuno Nusantara yang kini telah mengalami kerusakan dan masih berada di tangan pemilik yang mewarisinya. Naskah-naskah keagamaan yang ditemukan diinventarisasi serta didokumentasikan dalam bentuk foto digital.
Penelitian ini bersifat individual dengan tema utama varian gerakan keagamaan. Terdapat sepuluh organisasi keagamaan yang menjadi obyek kajian penelitian ini dengan melibatkan sepuluh orang peneliti yakni; KPPSI (Kadir Ahmad), LDII Kota Kendari (Arifuddin Ismail), Wahda Islamiyah (Sirajuddin Ismai)), Jarn'iyatul Islam (Makkulawu), KAMMI (Abubakar Tjaneng), Jamaah Tablig (Muh. As'ad), LDII Kota …